Rute yang Disarankan Hari 1:
Masjid Biru
›
Hippodrome
›
Hagia Sophia
›
Basilika Sarnıç
›
Makan Siang
›
Istana Topkapi
›
Penari Dervish yang Berputar atau Turkish Hammam
Pagi
Masjid Biru dan Hippodrome
Mulailah hari Anda di sekitar Lapangan Sultanahmet. Di area ini terdapat Masjid Biru, Hippodrome, serta beberapa monumen penting dari periode Romawi, Bizantium, dan Utsmaniyah.
Hippodrome Konstantinopel dahulu merupakan pusat kehidupan publik di Konstantinopel Bizantium. Di sana diadakan lomba kereta perang, upacara, dan berbagai acara publik besar. Saat ini, Anda masih dapat melihat monumen bersejarah seperti Obelisk Theodosius dan Kolom Ular.
Berikutnya, kunjungi Masjid Biru, yang secara resmi dikenal sebagai Masjid Sultan Ahmed. Ini adalah salah satu masjid paling terkenal di Istanbul dan terkenal dengan arsitektur Utsmaniyah yang anggun, halaman besar, serta ubin Iznik berwarna biru.
Karena Masjid Biru masih digunakan sebagai tempat ibadah, akses pengunjung dapat berubah selama waktu salat. Berpakaianlah dengan sopan dan bersiaplah untuk melepas sepatu sebelum masuk.
Tips Dari Kami: Anda dapat menjelajahi Masjid Biru dan Hippodrome dengan pilihan tur berpemandu Istanbul E-pass.
Akhir Pagi
Hagia Sophia
Setelah Masjid Biru dan Hippodrome, lanjutkan ke Hagia Sophia. Ini adalah salah satu landmark paling penting di Istanbul dan salah satu tempat terbaik untuk memahami sejarah kota yang berlapis.
Hagia Sophia dibangun pada abad ke-6 pada masa Bizantium. Seiring waktu, tempat ini berfungsi sebagai gereja, masjid, museum, dan kemudian menjadi masjid kembali. Kubah besarnya, mosaik Bizantium, dan kaligrafi Utsmaniyah menjadikannya salah satu tempat paling mengesankan untuk dikunjungi di Istanbul.
Untuk rencana perjalanan 2 hari, Hagia Sophia paling cocok dikunjungi pada pagi hari karena lokasinya dekat dengan Masjid Biru dan Basilika Cistern. Rencanakan sekitar 45 menit hingga 1 jam untuk kunjungan Anda.
Tips dari Kami: E-pass Istanbul dapat membuat bagian rute ini lebih mudah dengan opsi tur berpemandu dan pengalaman terpilih yang sudah termasuk tiket.
Siang
Basilika Sarnıcı
Setelah Hagia Sophia, berjalanlah menuju Basilika Sarnıcı. Landmark bawah tanah yang berasa ini berdekatan, sehingga menjadi pemberhentian yang mudah dalam rencana singkat perjalanan Istanbul.
Dibangun pada masa Bizantium, Basilika Sarnıcı dahulu menyimpan air untuk kota. Saat ini, pengunjung dapat berjalan di antara deretan kolomnya, melihat kepala Medusa yang terkenal, dan merasakan sisi lain dari Istanbul bersejarah.
Alokasikan sekitar 30 hingga 45 menit untuk pemberhentian ini.
Tips dari Kami: Basilika Sarnıcı adalah salah satu atraksi yang paling berguna untuk direncanakan dengan Istanbul E-pass karena lokasinya berada di rute yang sama dengan Hagia Sophia, Blue Mosque, dan Topkapi Palace.
Waktu Makan Siang
Waktu Makan Siang di Sultanahmet
Setelah mengunjungi Basilika Sarnıcı, luangkan waktu makan siang di sekitar Sultanahmet atau Sirkeci. Di area ini banyak restoran tempat Anda bisa mencoba makanan Turki tanpa perlu jauh dari rute.
Untuk makan siang yang praktis, Anda bisa memilih kebab, bakso daging, pide, sup lentil, atau hidangan penutup tradisional Turki. Jika Anda ingin sesuatu yang manis setelah makan siang, cobalah baklava, sutlac, kazandibi, atau kopi Turki.
Tetapkan makan siang tetap sederhana dan dekat dengan rute utama. Ini akan membantu Anda menghemat waktu sebelum mengunjungi Topkapi Palace.
Sore
Istana Topkapi
Setelah makan siang, lanjutkan ke Istana Topkapi. Ini adalah salah satu tempat terbaik untuk melihat kehidupan istana Ottoman di Istanbul.
Istana Topkapi digunakan sebagai pusat administratif dan tempat tinggal para sultan Ottoman selama berabad-abad. Anda dapat mengunjungi halaman istana, koleksi-koleksi kekaisaran, peninggalan suci, dan titik pandang yang menghadap ke Bosphorus dan Tanduk Emas.
Berhenti di sini biasanya lebih lama dibandingkan atraksi lain di Sultanahmet. Rencanakan setidaknya 1,5 hingga 2 jam jika Anda ingin menjelajahinya dengan nyaman.
Tips dari Kami: Istana Topkapi adalah salah satu atraksi utama yang sering direncanakan oleh pengunjung bersama Istanbul E-pass. Jika Anda memiliki waktu terbatas di Istanbul, menggunakan kunjungan berpemandu dapat membuat istana lebih mudah dipahami.
Malam
Dervish Berputar atau Hammam Turki
Setelah seharian berjalan, pilih pengalaman malam yang bernuansa budaya daripada menambah rute wisata panjang lainnya.
Salah satu opsinya adalah Upacara Dervish Berputar. Pertunjukan ini terhubung dengan tradisi Sufi dan menawarkan pengalaman budaya yang tenang setelah hari yang padat di kota tua.
Opsi lainnya adalah hammam Turki. Hammam adalah pengalaman pemandian tradisional dengan uap, air panas, penggosokan, dan pijat busa. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk mengakhiri hari pertama Anda di Istanbul.
Kiat dari Kami: Istanbul E-pass mencakup atau menawarkan diskon untuk pengalaman budaya terpilih seperti opsi Dervish Berputar dan hammam. Ini bisa menjadi tambahan yang berguna untuk rencana perjalanan Istanbul 2 hari yang singkat.