2 Hari di Istanbul: Rencana Perjalanan Istanbul 48 Jam yang Sempurna
\n\n
Ada begitu banyak hal yang bisa dilihat, dikunjungi, dan ditemukan di Istanbul. Tidak mungkin melihat seluruh Istanbul hanya dalam satu atau dua hari, tetapi Anda bisa mengunjungi tempat-tempat yang paling ingin Anda tahu dengan perencanaan yang tepat. Saat Anda meneliti Istanbul, tempat-tempat yang ingin Anda kunjungi tampak jelas. Di antaranya adalah Hagia Sophia, Basilika Cistern, Istana Dolmabahce, Istana Topkapi, Selat Bosphorus, dan Grand Bazaar. Namun, Istanbul jauh lebih dari sekadar tempat-tempat itu.
\n\n
Jika Anda hanya punya waktu 48 jam di kota magis ini, berikut cara memaksimalkan waktunya.
\n\n
Hari 1: Jelajahi Sultanahmet dan Istanbul Bersejarah
\n\n
Istanbul memiliki dua benua dan ada begitu banyak hal yang bisa dilihat. Jika Anda ingin menghabiskan 2 hari di sisi Eropa, Anda bisa mengikuti rencana ini.
\n\n
Anda bisa memulai hari Anda di Sultanahmet pukul 08:30. Kawasan bersejarah ini merupakan pusat utama pariwisata Istanbul, dan banyak atraksi terkenal di kota ini seperti Blue Mosque, Basilica Cistern, Hagia Sophia, Topkapi Palace, berada di atau sekitar area Sultanahmet.
\n\n
Setelah Anda tiba di Sultanahmet, Anda bisa memulai pagi hari dengan sarapan. Jika Anda lebih suka sesuatu yang tradisional dan cepat, kami sarankan untuk mencoba simit bersama segelas teh Turki tradisional. Ini adalah cara sederhana untuk memulai hari seperti penduduk lokal.
\n\n
Blue Mosque dan Hippodrome
\n\n
Hippodrome of Constantinople adalah alun-alun besar yang terletak di Sultanahmet Square. Ini adalah arena publik yang digunakan terutama untuk lomba balap kereta kuda. Hippodrome of Constantinople tidak hanya digunakan untuk lomba balap kereta kuda, tetapi juga menjadi tuan rumah berbagai acara publik, termasuk kontes gladiator, upacara resmi, perayaan, protes publik, serta hukuman atau penyiksaan bagi penjahat yang dihukum. Hippodrome berfungsi sepanjang periode Romawi, Bizantium, dan Ottoman.
\n\n
Hippodrome juga merupakan simbol penting kekuatan kekaisaran. Tempat ini dihiasi dengan monumen yang dibawa dari berbagai bagian kekaisaran. Beberapa contoh yang paling terkenal adalah Serpent Column, yang dibawa dari Delphi, dan Obelisk of Thutmosis III (juga dikenal sebagai Obelisk of Theodosius) dari Mesir.
\n\n
Blue Mosque terletak di distrik Fatih, Istanbul. Bangunan ini diperintahkan oleh Sultan Ahmed I dan dibangun oleh arsitek utama pada masa itu, Sedefkar Mehmet Aga. Mehmet Aga, salah satu arsitek penting yang dilatih oleh Mimar Sinan, menyelesaikan pembangunan kompleks tersebut antara 1609 hingga 1620.
\n\n
Mosque Sultan Ahmed dikenal sebagai Blue Mosque karena ubin-ubin biru mencolok yang digunakan secara luas pada dindingnya.
\n\n
Istanbul E-pass menyediakan tur berpemandu gratis untuk Blue Mosque dan Hippodrome.
\n\n
Hagia Sophia
\n

\n\n
Dengan asumsi Anda menghabiskan waktu antara pukul 08:30 hingga 10:00 untuk sarapan dan mengunjungi Hippodrome serta Blue Mosque, Anda bisa menuju Hagia Sophia pukul 10:00.
\n\n
Hagia Sophia adalah salah satu bangunan paling terkenal dan bersejarah di Istanbul. Awalnya dibangun sebagai gereja pada 537 oleh Kaisar Bizantium Justinian I, bangunan ini diubah menjadi masjid setelah Penaklukan Istanbul pada 1453, kemudian menjadi museum, dan kini digunakan kembali sebagai masjid.
\n\n
Mengunjungi Hagia Sophia sangat dianjurkan karena arsitekturnya, kubah besar, serta perpaduan mosaik Bizantium dan kaligrafi Ottoman di dalamnya menampilkan perpaduan langka antara sejarah dan budaya. Melihat jejak Bizantium dan Ottoman dalam satu bangunan yang sama memberikan pengalaman yang menarik untuk memahami sejarah Istanbul yang berlapis-lapis.
\n\n
Hagia Sophia memiliki dua bagian. Lantai pertama adalah masjid dan tidak dibuka untuk wisatawan. Lantai kedua adalah museum.
\n\n
Istanbul E-pass menyediakan tur berpemandu gratis untuk Hagia Sophia dengan tiket termasuk.
\n\n
Mengunjungi Hagia Sophia dapat memakan waktu 45 menit.
\n\n
Basilika Cistern
\n\n
Basilica Cistern dibangun pada abad ke-6 oleh Kaisar Bizantium Justinian I dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air kota. Tempat ini berisi ratusan kolom marmer dan memiliki suasana yang cukup misterius dengan pencahayaan yang redup. Salah satu ciri paling mencoloknya adalah patung kepala Medusa yang ditempatkan terbalik dan menyamping di bawah kolom.
\n\n
Basilica Cistern menunjukkan pencapaian teknik dari era Bizantium sekaligus memberi kesempatan untuk menemukan sejarah bawah tanah Istanbul yang kaya. Struktur ini, tempat sejarah, arsitektur, dan suasana misterius bertemu, menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi pengunjung.
\n\n
Istanbul E-pass menyediakan tur berpemandu gratis untuk Basilica Cistern dengan tiket termasuk.
\n\n
Saltanat Fish dan Kebap House
\n

\n\n
Setelah meninggalkan Basilica Cistern, kira-kira sekitar pukul 13:00. Untuk makan siang, Saltanat Fish dan Kebap House, yang berjarak 5 menit berjalan kaki dari Basilica Cistern, akan menyajikan cita rasa Turki tradisional untuk Anda.
\n\n
Rumeli Balkan Tatlicisi
\n\n
Jika Anda ingin hidangan penutup setelah makan, kami sarankan Rumeli Balkan Tatlıcısı. Anda bisa mencapainya dengan berjalan kaki selama 2 menit dari Saltanat Fish dan Kebap House. Kafe kecil ini menjual dessert berbahan dasar susu, berbahan dasar sirup, dan berbahan dasar cokelat. Anda bisa mencoba hidangan penutup Turki tradisional seperti kazandibi, baklava, dan sutlac. Anda juga bisa menikmati teh Turki atau kopi Turki bersama dessert Anda.
\n\n
Topkapi Palace
\n\n
Setelah makan siang, kemungkinan sekitar pukul 14.30. Anda bisa menuju Topkapi Palace. Kemungkinan besar Anda akan menghabiskan waktu paling lama di Topkapi Palace. Topkapi Palace adalah salah satu bangunan bersejarah paling penting, digunakan sebagai pusat administrasi Kekaisaran Ottoman selama kurang lebih 400 tahun. Istana ini dibangun pada abad ke-15 oleh Fatih Sultan Mehmet setelah penaklukan Istanbul. Di dalamnya terdapat bagian tempat para sultan tinggal, area untuk administrasi negara dijalankan, ruang tempat peninggalan suci disimpan, serta museum dengan koleksi yang kaya.
\n\n
Anda sebaiknya pasti mengunjungi Topkapi Palace karena tempat ini menawarkan kesempatan untuk melihat kehidupan istana Ottoman, administrasi negara, dan budaya pada masa itu secara dekat. Ini juga merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi untuk memahami masa lalu Istanbul berkat pemandangan unik yang menghadap ke Bosphorus dan Golden Horn, suasana bersejarah, serta koleksi artefak yang kaya.
\n\n
Mengunjungi Topkapi Palace bisa memakan waktu lebih dari satu jam. Mungkin sekitar dua jam.
\n\n
Istanbul E-pass menyediakan tur berpemandu gratis untuk Topkapi Palace dengan tiket masuk termasuk.
\n\n
Topkapi Palace tutup pukul 17:00.
\n\n
Upacara Whirling Dervishes
\n\n
Upacara Sema melambangkan perjalanan mistis di mana roh seseorang naik melalui akal dan cinta menuju kesempurnaan tertinggi. Tradisi berusia 700 tahun ini, yang berakar pada ajaran Rumi, telah diakui oleh UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.
\n\n
Upacara Sema, yang terletak di Alemdar Street dan cukup dekat dengan Topkapı Palace, dimulai setiap malam pukul 19:00, kecuali pada hari Selasa. Upacara Sema bersifat abadi dan membawa penonton dalam perjalanan spiritual. Pertunjukan berlangsung 1 jam.
\n\n
Istanbul E-pass menyediakan tiket masuk gratis untuk Whirling Dervishes.
\n\n
Sultan Suleyman Hammam
\n\n
Setelah seharian penuh berjalan-jalan, Anda mungkin perlu beristirahat. Untuk itu, mandi Turki akan membuat Anda rileks sekaligus memberikan pengalaman budaya.
\n\n
Hammam adalah tempat mandi tradisional di mana orang pergi untuk membersihkan diri, bersantai, dan bersosialisasi. Air panas, uap, dan area mandi khusus membersihkan tubuh, merilekskan otot, dan memberikan relaksasi. Pada saat yang sama, lulur dan pijat busa yang dilakukan di hamam membantu membersihkan kulit dan mempercepat sirkulasi darah.
\n\n
Tempat mandi ini tidak hanya menawarkan pembersihan fisik, tetapi juga pembersihan spiritual. Mandi ini juga penting dalam hal bersosialisasi. Pada masa Ottoman, tempat mandi merupakan tradisi yang memungkinkan khususnya perempuan untuk bersosialisasi. Mereka akan berkumpul bukan hanya untuk membersihkan diri, tetapi juga untuk mengobrol dan membangun hubungan sosial.
\n\n
Sultan Suleyman Hammam adalah pemandian tradisional dengan beberapa cabang. Tempat ini menawarkan kepada para tamunya pengalaman yang berbeda dengan paket yang berbeda. Pemandian ini menawarkan empat opsi layanan: Traditional, Sultan Hammam Package, Sultan Hammam Package VIP, dan Sultan Hammam Package Deluxe.
\n\n
Istanbul E-pass menyediakan diskon untuk Sultan Suleyman Hammam. Sultan Hammam beroperasi antara pukul 11.00 hingga 23.00.
\n\n
Hari 2: Temukan Besiktas, Bosphorus, dan Taksim
\n\n
Setelah menghabiskan hari pertama Anda di Sultanahmet Square, Anda bisa menghabiskan sisa waktu Anda di Istanbul lebih ke arah tepi laut. Anda bisa memulai hari Anda di area Besiktas.
\n\n
Istana Dolmabahce
\n\n
Dolmabahce Palace adalah istana Ottoman yang terletak di Besiktas. Bangunan ini berada di tepi kiri Bosphorus, berhadapan dengan Uskudar dan Kuzguncuk, saat Anda masuk dari Laut Marmara. Pembangunan istana, yang diperintahkan oleh Sultan Abdulmecid, dimulai pada 1843 dan selesai pada 1856. Saat ini, bangunan tersebut digunakan sebagai museum.
\n\n
Setelah pengumuman Republik, Dolmabahçe Palace yang berfungsi sebagai Kediaman Kepresidenan Atatürk di Istanbul memiliki arti penting khusus dalam sejarah Republik karena di tempat inilah Atatürk meninggal pada 10 November 1938.
\n\n
Dolmabahce Palace buka setiap hari kecuali hari Senin. Istanbul E-pass menawarkan tiket Dolmabahce Palace gratis.
\n\n
Pelayaran Bosphorus
\n\n
Salah satu hal terpenting untuk dilakukan di Istanbul adalah naik feri. Pemandangan indah Bosphorus memikat banyak orang. Jika memungkinkan dan jika mereka punya kesempatan, penduduk lokal lebih memilih naik feri untuk bekerja.
\n\n
Anda bisa naik feri dari Besiktas. Feri umum maupun kapal tur pribadi beroperasi sepanjang hari. Sebagian besar tur singkat berangkat dari Beşiktaş dan kembali ke dermaga yang sama, sehingga mudah untuk melanjutkan menjelajahi lingkungan sekitar setelahnya. Beberapa tur pribadi juga dapat menawarkan rute satu arah yang berhenti di area seperti Ortakoy atau Uskudar.
\n\n
Selama pelayaran, Anda akan melihat highlights antara Eropa dan Asia, melewati beberapa landmark paling ikonik di sepanjang Bosphorus. Tidak lama setelah keberangkatan, Anda akan melihat Dolmabahçe Palace dari arah laut, lalu pemandangan Jembatan Bosphorus yang mengesankan yang menghubungkan kedua benua. Saat kapal terus bergerak ke utara, Anda bisa melihat Rumeli Fortress di sisi Eropa dan Anadolu Fortress di sisi Asia. Sepanjang perjalanan, Anda juga akan melewati mansion tepi laut Ottoman yang elegan yang dikenal sebagai yali.
\n\n
Istanbul E-pass menyediakan tiket masuk gratis untuk Bosphorus Cruises.
\n\n
Taksim
\n\n
Anda perlu naik funicular dari Kabataş dan turun di Taksim. Taksim menawarkan berbagai situs bersejarah kepada pengunjungnya untuk dijelajahi, restoran tempat mereka bisa merasakan berbagai budaya, serta pilihan berbelanja.
\n\n
Alun-alun Taksim adalah salah satu titik pertemuan paling terkenal di kota dan menjadi rumah bagi Republic Monument.
\n\n
Jalan Istiklal
\n\n
Jalan kaki dari Taksim Square menuju Istiklal Avenue. Istiklal Avenue adalah jalan yang ramai dipenuhi toko, hotel, gereja, kafe, dan restoran.
\n\n
Saat berjalan di Istiklal Avenue, beberapa penjual mungkin mengundang Anda untuk mencoba Turkish delight, teh, atau dessert. Anda bisa menawar produk yang Anda suka. Jangan lupa mencoba Turkish delight dan Turkish coffee.
\n\n
Saat berjalan di sepanjang jalan tersebut, Anda juga akan melihat trem yang bernuansa nostalgia, yang telah menjadi salah satu simbol kota. Jika Anda mau, Anda bisa membeli tiket dan naik.
\n\n
Gereja St. Anthony of Padua
\n\n
Gereja St. Anthony of Padua adalah gereja Katolik terbesar di Istanbul dan salah satu bangunan keagamaan paling penting di Istiklal Street. Dibangun pada 1912 dengan gaya Neo-Gotik yang indah, gereja ini terkenal dengan fasad bata merah yang mencolok dan halaman yang tenang, yang kontras dengan suasana ramai di area sekitarnya. Hingga saat ini, gereja ini terus berfungsi sebagai tempat ibadah aktif, menyelenggarakan misa rutin dalam beberapa bahasa dan menyambut pengunjung dari seluruh dunia.
\n\n
Galata Tower
\n\n
Galata Tower pertama kali dibangun oleh Kaisar Bizantium Justinian pada tahun 507-508 M. Menara ini telah diperbaiki secara berkala sejak dibangun.
\n\n
Pada abad ke-17, Hezarfen Ahmet Çelebi melakukan eksperimen penerbangan dari Galata Tower. Setelah menyelesaikan penerbangannya di Uskudar dengan sayap kayu yang diikatkan pada punggungnya, minat terhadap menara ini diketahui meningkat. Salah satu alasan meningkatnya minat terhadap Galata Tower adalah kepercayaan bahwa jika Anda memanjat ke lantai paling atas bersama orang yang Anda sayangi, Anda akan menikah dengan orang tersebut.
\n\n
Galata Tower buka untuk pengunjung setiap hari dalam seminggu mulai pukul 08:30 hingga 23:00. Waktu masuk terakhir Galata Tower adalah pukul 22:00.
\n\n
Istanbul E-pass menyediakan tiket diskon untuk Galata Tower.
\n\n
Kata Penutup
\n\n
Saat Anda datang ke Istanbul, ada banyak tempat yang sebaiknya Anda lihat. Jika Anda merencanakan tempat-tempat yang ingin Anda kunjungi terlebih dahulu dan mendapatkan pass seperti Istanbul E-Pass, yang membantu Anda menghemat waktu, Anda bisa memaksimalkan perjalanan Anda.
\n\n
Bahkan dalam kunjungan singkat selama 2 hari, perencanaan yang baik akan memungkinkan Anda menjelajahi atraksi utama kota, merasakan makanan lokal, dan menikmati suasana unik Istanbul. Dengan rencana yang tepat, dua hari masih cukup untuk melihat banyak highlights kota dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan.