Istanbul E-pass mencakup Tur Basilika Cistern dengan Tiket Masuk (Lewati antrean tiket) dan pemandu profesional berbahasa Inggris. Untuk detail, silakan lihat \"Jam & Pertemuan\"
\t
|
Hari dalam Seminggu |
Waktu Tur |
|
Senin |
09:00, 10:00, 11:00, 12:00, 14:00, 15:00, 16:45 |
|
Selasa |
09:00, 10:00, 11:00, 12:30, 14:00, 15:00, 16:00, 16:30, |
|
Rabu |
09:00, 10:00, 11:00, 12:00, 14:30, 16:00, 16:30 |
|
Kamis |
09:00, 10:00, 11:00, 11:30, 12:00, 12:30, 13:45, 15:15, 16:00, 16:45 |
|
Jumat |
09:00, 10:00, 11:00, 11:30, 12:00, 12:30, 13:30, 14:30, 15:45, 16:30 |
|
Sabtu |
09:00, 10:00, 11:00, 12:00, 13:30, 14:00, 15:00, 16:00, 16:30 |
|
Minggu |
09:00, 10:00, 11:00, 12:00, 13:30, 14:00, 15:00, 16:00, 16:30 |
Kisah Basilica Cistern Istanbul
Ini terletak di pusat kota bersejarah. Ini adalah cistern raksasa di kota bersejarah Istanbul. Cistern ini menampung 336 kolom. Fungsi bangunan luar biasa ini adalah untuk menyediakan air minum bagi Hagia Sophia. Istana megah Palatium Magnum serta air mancur dan pemandian terletak di seluruh kota.
Jam Berapa Basilica Cistern Dibuka?
Basilica Cistern buka setiap hari sepanjang minggu.
Waktu kunjungan: 09:00 - 18:50 (Pintu masuk terakhir pukul 18:30)
Berapa Harga Basilica Cistern?
Tiket masuknya 1500 Lira Turki. Anda bisa mendapatkan tiket dari loket dan dapat menunggu antrean sekitar 30 menit. Tur berpemandu dengan tiket masuk gratis bersama Istanbul E-pass.
Di Mana Basilica Cistern Berlokasi?
Lokasi berada di pusat Old City Square of Istanbul. Berjarak 100 meter dari Hagia Sophia.
-
Dari Hotel Old City; Anda bisa naik trem T1 menuju halte 'Sultanahmet', yang berjarak 5 menit berjalan kaki.
-
Dari Hotel Taksim; Naik jalur F1 funicular ke Kabatas dan dapatkan Trem T1 ke Sultanahmet.
-
Dari Hotel Sultanahmet; lokasinya dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari Hotel Sultanahmet.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Mengunjungi Cistern, dan Kapan Waktu Terbaik untuk Berkunjung?
Untuk mengunjungi Cistern sendiri biasanya memakan waktu sekitar 15 menit. Tur berpemandu umumnya memakan waktu sekitar 25-30 menit. Keadaannya gelap dan memiliki lorong-lorong sempit; lebih baik melihat Cistern saat tidak ramai. Sekitar pukul 09:00 hingga 10:00, suasananya lebih tenang pada musim panas.
Sejarah Basilica Cistern
Gambaran Umum Basilica Cistern sebagai Solusi Penyimpanan Air Bawah Tanah
Cistern ini merupakan contoh yang sangat baik untuk penyimpanan air bawah tanah. Kaisar Justinianus I (527-565) memerintahkan pembangunan pada tahun 532 M. Ada tiga kelompok utama cistern di Istanbul: cistern di permukaan tanah, cistern bawah tanah, dan cistern terbuka.
Konteks Sejarah: Kerusuhan Nika dan Dampaknya pada Istanbul
Tahun 532 M menjadi titik balik dalam sejarah Kekaisaran Romawi Timur. Salah satu kerusuhan terbesar kekaisaran, Kerusuhan Nika, terjadi pada tahun ini. Salah satu hasil dari kerusuhan ini adalah hancurnya bangunan-bangunan penting di kota. Hagia Sophia, Basilica Cistern, Hippodrome, dan Palatium Magnum termasuk di antara bangunan yang hancur.
Upaya Rekonstruksi Kaisar Justinianus setelah Kerusuhan
Tepat setelah kerusuhan, Kaisar Justinianus i memberikan perintah untuk merenovasi atau membangun kembali kota. Perintah ini mengarahkan sebagian besar bangunan yang memiliki kepentingan kritis bagi kota.
Penjelasan Dugaan tentang Keberadaan Cistern yang Lebih Awal di istanbul
Tidak ada catatan mengenai kemungkinan adanya cistern di lokasi yang persis. Karena ini dianggap sebagai pusat kota, seharusnya ada, tetapi kita tidak tahu di mana. Tanggalnya tercatat 532 M, yaitu tahun yang sama dengan Pemberontakan Nika dan Hagia Sophia yang ke-3.
Tantangan Konstruksi dan Penggunaan Tenaga Kerja Budak
Logistik pembangunan pada abad ke-6 sangat berbeda dibandingkan saat ini. Bagian tersulit dari pembangunan adalah mengukir 336 kolom yang menopang atap hingga saat ini. Namun, solusi termudah untuk masalah ini adalah menggunakan tenaga kerja manusia atau tenaga budak. Pada masa itu, hal ini relatif mudah bagi seorang Emperor untuk menyediakan.
Penggunaan Material serta 336 Kolom dan Kepala Medusa
Setelah perintah Emperor, banyak budak pergi ke wilayah terpencil di kekaisaran. Mereka membawa banyak batu dan kolom dari kuil. Kolom-kolom dan batu-batu ini tidak berfungsi secara semestinya, termasuk 336 kolom dan 2 Kepala Medusa.
Penyelesaian dan Peran Cistern dalam Menyediakan Air
Hanya dibutuhkan waktu kurang dari setahun untuk membangun bangunan fantastis ini setelah menangani logistik. Setelah itu, bangunan ini mulai menjalankan fungsi pentingnya. Bangunan ini menyediakan air bersih untuk kota.
Apa yang Bisa Anda Harapkan untuk Dilihat di Dalam Basilica Cistern?
Di dalam Basilica Cistern, Anda akan terpesona oleh kemegahan arsitektur kunonya. Keajaiban bawah tanah ini memiliki 336 kolom marmer, masing-masing berdiri lebih dari 9 meter, yang didaur ulang dari struktur Romawi yang lebih tua. Salah satu daya tarik utamanya adalah sepasang Kepala Medusa yang berfungsi sebagai alas kolom. Kepala-kepala ini diposisikan terbalik dan menyamping, diyakini dapat mengusir roh jahat serta menambah sentuhan misteri pada suasana cistern.
Basilica Cistern juga memiliki pencahayaan redup, pantulan lembut dari air, dan suasana tenang yang mengundang pengunjung untuk menjelajah dengan santai. Anda akan merasakan ketenangan saat berjalan di sepanjang platform yang ditinggikan, sambil menikmati pemandangan kolom-kolom indah dan kolam air yang terletak di bawahnya. Pencahayaan yang redup dan penuh nuansa membuat spot ini ideal untuk fotografi, menawarkan kesempatan foto yang unik dan menakjubkan.
Kepala Medusa
Masalah lain dalam konstruksi adalah menemukan kolom-kolom untuk bangunan. Beberapa kolom pendek, dan sebagian lainnya panjang. Memiliki kolom panjang bukan masalah besar. Kolom-kolom itu bisa dipotong. Tetapi kolom yang lebih pendek menjadi masalah besar. Mereka harus mencari alas dengan panjang yang tepat untuk konstruksi. Dua dari alas yang mereka temukan adalah Kepala Medusa. Dari gaya kepala tersebut, kita bisa berpikir bahwa kepala-kepala ini berasal dari sisi barat Turki.
Mengapa Kepala Medusa terbalik?
Tentang pertanyaan ini, ada dua gagasan utama. Gagasan pertama mengatakan bahwa pada abad ke-6 M, agama Kristen adalah agama utama. Karena kepala-kepala ini adalah simbol dari kepercayaan sebelumnya, maka kepala-kepala tersebut diletakkan terbalik karena alasan ini. Gagasan kedua lebih praktis. Bayangkan Anda sedang memindahkan balok batu monolit. Setelah Anda mencapai lokasi yang tepat untuk kolom, Anda akan berhenti. Setelah mereka menghentikan pemasangan kolom, mereka menyadari kepala tersebut terbalik. Mereka tidak perlu memperbaikinya karena tidak ada yang akan melihatnya lagi.
Kolom Menangis
Kolom lain yang menarik untuk dilihat adalah kolom menangis. Kolom tersebut bukan menangis, tetapi memiliki bentuk tetesan air mata. Ada 2 lokasi di Istanbul tempat Anda bisa melihat kolom-kolom ini. Salah satunya adalah Basilica Cistern dan yang kedua adalah Beyazit dekat Grand Bazaar. Kisah kolom menangis di cistern ini menarik. Mereka mengatakan bahwa itu melambangkan air mata para budak yang bekerja di sana. Gagasan kedua adalah kolom itu menangis untuk mereka yang kehilangan nyawa dalam pembangunan.
Tujuan Basilica Cistern
Kita tahu dari catatan sejarah hingga saat ini bahwa ada lebih dari 100 cistern di Istanbul. Target utama cistern pada Zaman Romawi adalah memasok air bersih untuk kota. Pada Zaman Ottoman, tujuan ini berubah.
Peran Basilica Cistern pada Zaman Ottoman
Menurut alasan keagamaan, fungsi cistern berbeda dari waktu ke waktu. Dalam Islam dan Yudaisme, air tidak boleh menunggu dalam penyimpanan dan harus selalu mengalir. Jika air dibiarkan menggenang, itu menjadi alasan orang berpikir bahwa air tersebut kotor dalam Islam dan Yudaisme. Karena itu, orang-orang meninggalkan banyak cistern. Bahkan ada beberapa orang yang mengubah cistern menjadi bengkel. Banyak cistern masih memiliki fungsi yang berbeda selama Zaman Ottoman. Karena itu, banyak cistern yang masih terlihat hingga hari ini.
Basilica Cistern dalam Film Hollywood
Tempat ini menjadi lokasi untuk beberapa film terkenal, termasuk beberapa produksi Hollywood. Salah satu yang paling terkenal adalah From Russia with Love dari tahun 1963. Sebagai film James Bond kedua, sebagian besar film From Russia with Love berlangsung di Istanbul. Film ini dibintangi Sean Connery dan Daniela Bianchi. Film ini masih dianggap sebagai salah satu film James Bond terbaik.
Berdasarkan buku Dan Brown, inferno adalah film lain yang menampilkan Basilica Cistern. Cistern tersebut menjadi tempat terakhir untuk menempatkan virus yang akan menjadi ancaman besar bagi umat manusia.
Berapa Biaya Tiket Masuk untuk Basilica Cistern?
Istanbul E-pass mencakup tur berpemandu di lokasi tanpa biaya tambahan, yang memungkinkan Anda menjelajahi cistern dengan wawasan mengenai sejarah dan keajaiban arsitekturnya.
Apa yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Masuk ke Basilica Cistern?
Sebelum memasuki Basilica Cistern, ada beberapa detail praktis yang perlu diperhatikan. Cistern ini relatif sejuk dan lembap, jadi disarankan membawa jaket ringan, terutama saat bulan-bulan musim panas. Lantai juga bisa lembap, jadi kenakan sepatu yang nyaman dan tidak licin agar kunjungan Anda aman dan nyaman.
Disarankan untuk berkunjung pada jam-jam yang lebih tenang untuk menghindari kerumunan, biasanya pagi-pagi sekali atau sore hari. Fotografi diperbolehkan, tetapi penggunaan flash tidak dianjurkan untuk menjaga suasana cistern yang halus. Selain itu, perlu dicatat bahwa mungkin dibutuhkan waktu untuk menyesuaikan mata dengan pencahayaan yang redup, jadi beri waktu agar mata Anda beradaptasi setelah masuk.
Berapa Lama Biasanya Kunjungan ke Basilica Cistern?
Kunjungan khas ke Basilica Cistern memakan waktu sekitar 25 menit. Rentang waktu ini memungkinkan Anda mengapresiasi fitur unik cistern, menjelajahi Medusa Heads, serta mengambil foto-foto berkesan. Setelah Anda masuk ke acara, Anda tidak perlu mengikuti pemandu kami dan Anda bisa menghabiskan waktu sebanyak yang Anda mau selama acara berlangsung.