Istanbul E-pass mencakup Pelayaran Bosphorus gratis dengan panduan audio dalam 13 bahasa. Panduan audio tersedia dalam bahasa Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Italia, Portugis, Kroasia, Rumania, Rusia, Arab, Korea, Mandarin Tiongkok, dan Jepang. Dapatkan kode QR Anda dari panel pelanggan E-pass dan dapatkan akses.
Pelayaran Kapal Bosphorus Istanbul
Bosphorus, yang juga dikenal sebagai Selat Istanbul, adalah selat alami yang sempit dan terkenal di seluruh dunia, terletak di wilayah barat laut Turki. Bosphorus juga dapat disebut sebagai Selat Bosphorus. Jika Anda ingin menikmati Bosphorus dalam waktu yang relatif singkat, ini adalah pilihan terbaik untuk Anda. Tur dimulai dari pelabuhan Eminonu dan kembali ke tempat yang sama setelah pelayaran ke jembatan kedua di Bosphorus.
Informasi tentang Pelayaran Kapal Bosphorus Istanbul
Memulai Pelayaran dari Pelabuhan Eminonu
Pada pelayaran ini, Anda akan melihat beberapa tempat paling ikonik di Bosphorus. Setelah Anda berangkat dari pelabuhan Eminonu, sorotan pertama adalah Istana Dolmabahce.
Istana Dolmabahce
Istana Dolmabahce merupakan kediaman keluarga kerajaan setelah Istana Topkapi dan dibangun pada abad ke-19 atas perintah Sultan Abdulmecid. Tempat ini juga merupakan kediaman tempat Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Republik Turki, tinggal sebagai istana kepresidenan dan di sanalah ia wafat pada tahun 1938. Saat ini, Istana Dolmabahce berfungsi sebagai museum.
Istana Ciragan: Cahaya Sejarah
Setelah Istana Dolmabahce, istana kedua adalah Istana Ciragan. Ciragan berarti cahaya, dan ini adalah istana sekunder pada abad ke-19. Setelah kebakaran besar pada tahun 1910, istana ini membutuhkan renovasi besar-besaran yang dilakukan oleh sebuah grup hotel. Saat ini, bangunan tersebut disewakan dari pemerintah selama 49 tahun dan berfungsi sebagai hotel.
Jembatan Bosphorus yang Ikonik
Setelah Istana Ciragan, ada salah satu dari konstruksi paling ikonik di Istanbul, yaitu Jembatan Bosphorus. Jembatan tertua di Istanbul yang menghubungkan dua benua, Jembatan Bosphorus, dibangun pada tahun 1973. Sebelum jembatan ini, masyarakat Istanbul menggunakan feri untuk menyeberang dari sisi Eropa ke sisi Asia.
Benteng Rumeli: Benteng Keamanan
Hingga saat ini, terdapat tiga jembatan dan dua terowongan di bawah Bosphorus yang menghubungkan kedua sisi. Setelah melewati jembatan, Anda dapat melihat Benteng Rumeli, yang merupakan benteng terbesar di Bosphorus. Dibangun sebelum penyerangan terhadap Konstantinopel pada abad ke-15 oleh Sultan Mehmed II, benteng ini dirancang sebagai titik keamanan untuk Bosphorus. Benteng ini memainkan peran penting dalam menghentikan bantuan bagi Bizantium dari Laut Hitam selama pengepungan. Saat ini, benteng ini menjadi museum dan menyelenggarakan konser musik terbuka di musim panas.
Jalur Kembali: Istana Beylerbeyi dan Menara Perawan
Setelah benteng, kapal berbelok U-turn dan kembali ke pelabuhan yang sama tempat tur dimulai. Dalam perjalanan kembali, Anda dapat melihat Istana Beylerbeyi, rumah tamu kerajaan dari abad ke-19.
Menara Perawan yang Legendaris
Setelah Istana Beylerbeyi, Anda juga akan melewati mitos Menara Perawan. Menara ini awalnya dibangun untuk memungut pajak dari kapal-kapal yang melintas, dan menara ini memiliki banyak kisah, termasuk kisah dua kekasih yang tidak pernah bisa bertemu serta kisah seorang Raja Romawi yang mencoba melindungi putrinya dari seorang peramal (oracle).
Menutup Pelayaran di Pelabuhan Eminonu
Setelah melewati Menara Perawan, tur berakhir di Eminonu, tempat tur dimulai, setelah sekitar 1 hingga 1,5 jam. Setelah pelayaran, jika Anda lapar, jangan lupa mencoba sandwich ikan yang terkenal di tepi pantai.