Unit Utama Museum Arkeologi Istanbul
Museum Arkeologi Istanbul adalah destinasi wajib bagi para penggemar sejarah dan budaya. Museum luar biasa ini menawarkan perjalanan melintasi ribuan tahun melalui koleksi yang kaya dan beragam. Mulai dari Peradaban Anatolia yang legendaris hingga artefak dari masa Yunani Kuno dan Romawi, serta harta budaya dari Timur Tengah, museum ini benar-benar surga bagi para pencinta sejarah. Setiap artefak di sini menceritakan kisahnya yang unik, menjanjikan pengalaman yang menakjubkan.
Kompleks museum terdiri dari tiga unit utama:
-
Museum Arkeologi
-
Museum Seni Oriental Kuno
-
Museum Paviliun Berpanel Keramik

Sejarah Singkat
Akar Museum Arkeologi Istanbul bermula pada masa Mehmed Sang Penakluk, dengan fondasi kelembagaan yang diletakkan pada tahun 1869 melalui pendirian Muze-i Humayun (Museum Kekaisaran). Awalnya, artefak yang dikumpulkan di Gereja Hagia irene menjadi dasar museum. Museum kemudian direorganisasi oleh Dr. Phillip Anton Dethier berkebangsaan Jerman pada tahun 1872. Namun, karena keterbatasan ruang, Paviliun Berpanel Keramik diubah menjadi museum dan dibuka untuk pengunjung pada tahun 1880.
Transformasi penting terjadi pada tahun 1881 ketika pelukis dan arkeolog terkenal Osman Hamdi Bey diangkat sebagai direktur museum. Penggalian luas yang dilakukannya menghasilkan penemuan artefak-artefak terkenal dunia, sehingga membutuhkan museum yang lebih besar. Akibatnya, bangunan museum baru yang dirancang oleh Alexandre Vallaury diresmikan pada 13 Juni 1891.
Kejayaan Arsitektur
Museum Arkeologi Istanbul berdiri sebagai bukti arsitektur Ottoman akhir abad ke-19, yang ditandai dengan gaya neoklasik. Bangunan utama memiliki kubah besar, dekorasi yang rumit, serta lengkungan yang mencerminkan kemegahan Kekaisaran Ottoman. Pintu masuk dengan lengkung tinggi dan desain fasad yang anggun membuat pengunjung terkesan bahkan sebelum mereka melangkah ke dalam.
Bagian interiornya juga sama menakjubkannya, dengan aula yang luas, lukisan dinding plafon (fresco) di langit-langit, mosaik, serta hiasan marmer yang menampilkan detail-detail rumit arsitektur periode Ottoman.

Mengunjungi Museum Arkeologi Istanbul
Setelah masuk, pengunjung disambut oleh halaman besar yang dihiasi patung, kolom, serta artefak arkeologi lainnya dari berbagai periode. Kehijauan di halaman tersebut menambah daya tarik museum.
Kompleks ini terdiri dari tiga bagian utama:
-
Museum Arkeologi: Gedung utama ini menampung artefak dari masa Yunani Kuno, Romawi, dan Bizantium. Sorotan meliputi sarkofagus Alexander Agung, Makam Perempuan yang Menangis, Makam Lycian, dan Makam Tabnit.
-
Museum Seni Oriental Kuno: Bagian ini memiliki koleksi unik dari Timur Tengah, termasuk artefak dari Semenanjung Arab pra-Islam, Mesopotamia, dan Mesir. Karya-karya penting di antaranya adalah Stele Raja Akkadia Naram-Sin, Perjanjian Kadesh, dan Gerbang ishtar.
-
Museum Paviliun Berpanel Keramik: Dibangun oleh Mehmed Sang Penakluk, paviliun ini menampilkan keramik dan tembikar Turki dari periode Seljuk dan Ottoman. Pameran utama mencakup mihrab berpanel keramik dari Karamanoglu Ibrahim Bey imaret dan Air Mancur Ab-i Hayat.
Hal yang Dapat Dilihat
Koleksi museum yang luas mencakup ribuan tahun, menawarkan gambaran tentang dunia peradaban kuno. Bagian-bagian penting yang bisa dijelajahi meliputi:
-
Museum Arkeologi: Menyajikan artefak dari masa prasejarah hingga periode Ottoman.
-
Museum Seni Oriental Kuno: Menonjolkan warisan budaya yang kaya dari Timur Tengah.
-
Museum Paviliun Berpanel Keramik: Menampilkan panel keramik dan tembikar Turki yang langka dari abad ke-11 hingga ke-20.

Rencanakan Kunjungan Anda
Berlokasi di pusat Istanbul, dekat Lapangan Sultanahmet, Museum Arkeologi Istanbul menawarkan pengalaman yang menyeluruh dan memperkaya. Baik Anda seorang penggemar sejarah atau seorang pelancong yang ingin tahu, kompleks museum ini menjanjikan perjalanan ke kedalaman sejarah. Mengunjungi Museum Arkeologival gratis dengan tur berpemandu bagi pemegang Istanbul E-pass.